Senin, 27 Juni 2016

Dasar Dasar Penjaskes



DASAR DASAR PENDIDIKAN JASMANI
“PENGARUH PENDEKATAN DRILL PASSING BOLA VOLI TERHADAP KEMAMPUAN PASSING SISWA”
PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN
2013-C

Oleh :
TEGUH SETIAWAN
NIM : 1381435

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
JOMBANG
                                                                 2014
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.            LATAR BELAKANG
            Permainan bolavoli merupakan salah satu cabang olahraga permainan beregu yang di sukai dan digemari setiap orang. Karena permainan bolavoli termasuk olahraga yamg menarik,menyenangkan dan tidak membutuhkan biaya yang besar sehingga bisa dilakukan dengan mudah. Inilah yang menjadi salah satu penyebab semakin populer dan semakin digemarinya permainan bolavoli dikalangan masyarakat Indonesia.
            Permainan bolavoli memiliki beberapa bentuk teknik dasar yang perlu dikuasai oleh seorang pemain. Passing merupakan salah satu teknik dasar dalam permainan bolavoli. Penguasaan teknik passing secara benar akan berpengaruh pada hasil yang di raih tim tersebut dalam sebuah pertandingan. Selama ini latihan penguasaan teknik dasar passing kurang begitu diperhatikan ,hasilnya akurasi passing kurang begitu optimal.
             Pendekatan drill merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan teknik dasar passing. Pendekatan drill merupakan metode pembelajaran yang menekankan pada penguasaan teknik yang dalam pelaksanaanya dilakukan secara berulang-ulang. Dengan latihan secara berulang-ulang diharapkan pemain secara otomatisasi dapat mnguasai teknik dasar melakukan passing.
            Berdasarkan uraian di atas kami tertarik untuk menyusun makalah dengan judul “Peningkatan Kemampuan Passing Bawah dan Passing Atas melalui Pendekatan Drill dalam Permainan Bolavoli”.





1.2.             RUMUSAN MASALAH
            Adapun perumusan masalah dalam penyusunan makalah ini adalah “Adakah pengaruh pendekatan drill terhadap peningkatan kemampuan passing bawah dan passing atas?”.
1.3.            TUJUAN PENULISAN
           
            Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pendakatan drill terhadap peningkatan kemampuan passing bawah dan passing atas juga untuk memenuhi tugas mata kuliah dasar-dasar pendidikan jasmani.



BAB II
LANDASAN TEORI
2.1       SEJARAH BOLAVOLI
2.1.1    SEJARAH BOLAVOLI DUNIA
            Pada awal penemuannya ,olahraga permainan bolavoli ini diberi nama mintonette. Olahraga Mintonette ini pertama kali ditemukan oleh seorang instruktur pendidikan jasmani ( Director of Physical Education ) yang bernama William G.Morgan di YMCA pada tanggal 9 februari 1895 , di Holyoke ,Massacusetts (Amerika Serikat ). William G. Morgan dilahirkan di Lockport ,New York pada tahun 1870, dan meninggal pada tahun 1942.
            Setelah bertemu dengan James Naismith (seorang pencipta olahraga bola basket yang lahir pada tanggal 6 November 1861 , dan meninggal pada tanggal 28 November 1939). Morgan menciptakan sebuah olahraga baru yang bernama Mintonette . Sama halnya dengan James Naismith ,William G . Morgan juga mendedikasikan hidupnya sebagai seorang instruktur pendidikan jasmani . William G . Morgan yang juga merupakan lulusan Springfield College of YMCA, menciptakan permainan Mintonette ini 4 tahun setelah diciptakannya olahraga bola basket oleh James Naismith . Olahraga Mintonette sebenarnya merupakan sebuah permainan yang diciptakan dengan mengkombinasikan beberapa jenis permainan .Tepatnya ,permainan Mintonette diciptakan dengan mengadopsi 4 macam karakter olahraga permainan menjadi satu ,yaitu bola basket ,baseball ,tenis ,dan yang terakhir adalah bola tangan ( handball ). Pada awalnya permainan ini diciptakan khusus bagi anggota YMCA yang sudah tidak berusia muda lagi ,sehingga permainan inipun dibuat tidak seaktif permainan bola basket.
            Perubahan nama Mintonette menjadi Volleyball ( bolavoli ) terjadi pada tahun 1896, pada demonstrasi pertandingan pertamanya di International YMCA Training School . Pada awal tahun 1896 tersebut , Dr.Luther Helsey Gulick (Director of The Professional Physical Education Training School sekaligus sebagai Executive Director of Departement of Physical Education of The International Committee of YMCA ) mengundang dan meminta Morgan untuk mendemonstrasikan permainan baru yang telah ia ciptakan di stadion kampus yang baru . Pada sebuah konferensi yang bertempat di kampus YMCA ,Sringfield tersebut juga dihadiri oleh  seluruh instruktur pendidikan jasmani . Dalam kesempatan tersebut ,Morgan membawa 2 tim yang pada masing – masing tim beranggotakan 5 orang . Dalam kesempatan itu ,Morgan juga menjelaskan bahwa permainan tersebut adalah permainan yang dapat dimainkan didalam maupun diluar ruangan dengan sangat leluasa . Dan menurut penjelasannya pada saat itu , permainan ini dapat juga dimainkan oleh banyak pemain. Tidak ada batasan jumlah pemain yang menjadi standar dalam permainan tersebut . Sedangkan sasaran dari permainan ini adalah mempertahankan bola agar tetap bergerak melewati net yang tinggi , dari satu wilayah ke wilayah lain ( wilayah lawan ).
2.1.2    SEJARAH BOLAVOLI di INDONESIA
            Indonesia mengenal permainan bolavoli sejak tahun 1928 pada jaman penjajahan  Belanda. Kurikulum pendidikan jasmani didatangkan dari negeri Belanda untuk mengembangkan olahraga umumnya dan bolavoli khususnya. Disamping Guru – guru pendidikan jasmani , tentara belanda banyak andilnya dalam pengembangan permainan bolavoli di Indonesia , terutama dengan bermain di asrama asrama ,dilapangan terbuka dan mengadakan pertandingan antar kompeni – kompeni belanda sendiri . Permainan bolavoli di Indonesia sangat pesat di seluruh lapisan masyarakat , sehingga timbul klub – klub di kota besar di seluruh indonesia . Dengan dasar itulah maka pada tanggal 22 Januari 1955 PBVSI ( Persatuan BolaVoli Seluruh Indonesia ) didirikan di Jakarta bersamaan dengan kejuaraan nasional yang pertama .
            PBVSI sejak itu aktif mengembangkan kegiatan – kegiatan baik di dalam maupun keluar negeri sampai sekarang. Perkembangan permainan bolavoli sangat menonjol saat menjelang Asian Games IV 1962 dan Ganefo I 1963 di Jakarta ,baik untuk pria maupun untuk wanitanya. Pertandingan bolavoli masuk acara resmi dalam PON II 1951 di Jakarta dan POM I di Yogyakarta tahun 1951. Setelah tahun 1962 perkembangan bola voli sangat pesat ini ditandai dengan banyaknya klub – klub bolavoli di seluruh pelosok tanah air. Hal ini terbukti pula dengan data data peserta pertandingan dalam kejuaraan nasional. PON dan pesta – pesta olahraga lain ,dimana angka menunjukkan peningkatan jumlahnya .boleh dikatakan sampai saat ini permainan bolavoli di indonesia menduduki tempat ke 3 setelah sepak bola dan bulu tangkis. Untuk pertama kalinya dalam sejarah perbolavolian Indonesia PBVSI telah dapat mengirimkan tim bolavoli junior indonesia ke kejuaraan dunia di Athena Yunani yang berlangsung dari tanggal 3 – 12 september 1989. Tim bolavoli junior putra Indonesia dilatih oleh Yanu Hadian dengan di bantu oleh trainer Kanwar ,serta pelatih dari Jepang Hideto Nishioka ,sedangkan pelatih fisik diserahkan kepada Engkos Kosasih dari bidang kepelatihan PKON ( pusat Kesehatan Olahraga Nasional ) kantor Menpora. Dalam kejuaraan ini Indonesia hanya mampu menduduki peringkat ke 15 .
2.2       PERMAINAN BOLAVOLI
            Bolavoli merupakan salah satu jenis olahraga permainan yang dimainkan diatas lapangan persegi empat dengan ukuran panjang 18 m ,lebar 9 m , dibatasi garis setebal 5 cm di tengah-tengah dipasang jaring atau net terbentang kuat dan menaik sampai ketinggian 243 cm untuk putra sedangkan 224cm untuk putri. Pada dasarnya permainan bolavoli itu adalah permainan timatau regu ,meskipun sekarang sudah mulai dikembangkan permainan bolavoli dua lawan dua dan satu lawan satu yang lebih mengarah pada tujuan rekreasi seperti voli pantai yang berkembang akhir- akhir ini. Aturan dasar lainnya , bola boleh dimainkan atau di pantulkan dengan temannya secara bergantian tiga kali berturut-turut sebelum diseberangkan kedaerah lawan. Pada awalnya ide dasar permainan bolavoli adalah memasukkan bola kedaerah lawan melewati suatu rintangan berupa tali atau net dan berusaha memenangkan permainan dengan mematikan bola itu didaerah lawan. Memvoli artinya memainkan atau memantulkan bola sebelum  bola jatuh atau sebelum menyentuh lantai.
            Sebagai olahraga pendidikan bolavoli berguna dalam pemeliharaan kesegaran jasmani dan juga berperan dalam pembentukan kerjasama siswa sebagaimana seperti cabang cabang olahraga yang lain ,bolavoli juga dapat digunakan untuk pembinaan sportifitas dan pengembangan sifat- sifat positif lainnya. Semangat bertanding dan pembentukan mental dapat dikembangkan melalui – antar kelompok , antar kelas dan antar sekolah sehingga permainan ini telah menjadi suatu cabang olahraga yang secara teratur dilakukan disekolah – sekolah. Sekolah telah dilengkapi kurikulum pendidikan jasmani yang didalamnya dimuat pembelajaran olahraga yang secara teratur dilakukan di sekolah-sekolah.
            Saat ini permainan bolavoli yang digunakan sudah mengacu pada peraturan internasional , bahwa permainan bolavoli adalah olahraga beregu, dimainkan dua regu disetiap lapangan dengan dipisahkan oleh net. Tujuan dari permainan ini adalah melewatkan bola diatas net agar dapat jatuh menyentuh lantai daerah lawan dan mencegah agar bola yang sama (dilewatkan ) tidak tersentuh lantai dalam lapangan sendiri. Disetiap regu ,bola dapat dimainkan tiga kali pantulan untuk dikembalikan bola itu ( kecuali dalam perkenaan bendungan ). Permainan bola di udara ( rally ) berlangsung secara teratur sampai bola tersebut menyentuh lantai atau bola keluar atau satu regu mengembalikan bola secara sempurna dan pukulan bola oleh server melewati diatas net ke daerah lawan. Dalam permainan bolavoli hanya regu yang menang satu relly permainan diperoleh satu angka , hingga salah satu regu menang dengan terlebih dahulu dikumpulkan minimal dua puluh lima angka dan untuk set penentuan lima belas angka.
2.3       HAKIKAT PASSING / PASS
            Salah satu teknik dasar dan vital yang wajib dikuasai oleh pemain bolavoli adalah passing disamping servis , umpan , smash dan bendungan. Menurut Suharno HP ( 1979 : 29 ) seperti yang dikutip dalam Skripsi Sidik Setiawan (2011) passing dalam bolavoli adalah usaha maupun upaya seorang pemain dengan menggunakan teknik tertentu yang tujuannya adalah mengoperkan bola yang dimainkannya itu kepada teman seregunya untuk dimainkan didaerah lapangan sendiri. Menurut M. Yunus (1992:79) passing adalah gerakan mengoper bola kepada teman sendiri dalam satu tim dengan menggunakan teknik tertentu yang digunakan sebagai teknik awal untuk menyusun pola serangang kepada lawan.
            Dapat disimpulkan bahwa passing adalah sentuhan awal bola dan merupakan usaha seorang pemain untuk memainkan bola yang mengarah kedaerah permainannya dengan teknik tertentu dan dimainkan oleh teman seregunya sebagai awal serangan ke regu lawan. Passing terdiri dari dua jenis yaitu passing bawah dan passing atas.
2.3.1        PASSING BAWAH
            Passing bawah merupakan teknik dasar bolavoli. Teknik ini digunakan untuk menerima servis , menerima spike ,memukul bola setingggi pingggang kebawah dan memukul bola yang memantul dari net. Passing bawah meruoakan awal dari sebuah penyerangan dalam bolavoli. Keberhasilan penyerangan tergantung dari baik buruknya passing bawah. Apabila nola yang dioperkan jelek ,maka pengumpan akan mengalami kesulitan untuk menemoatkan bola yang baik untuk para penyerang.
            Begitu pentingnya passing bawah sehingga sekarang ada pemain yang memakai kaos yang berbeda. Pemain ini hanya bermain di belakang. Dia hanya mengganti pemain yang mempunyai passing yang kurang baik. Pemain ini di sebut libero. Biasanya libero mempunyai kemampuan passing yang baik. Sehingga proses penyerangan akan lebih mudah , karena penyerangan sangat bergantung pada penerimaan pertama.
Berikut adalah cara melakukan passing bawah :
1        Persiapan
Ø  Bergerak kearah bola dan atur posisi tubuh
Ø  Genggam jari tangan
Ø  Kedua tungkai merenggang santai,bahu terbuka lebar
Ø  Tekuk lutut , tahan tubuh dalam posisi rendah
Ø  Bentuk landasan dengan lengan
Ø  Ibu jari sejajar , siku terkunci
Ø  Lengan sejajar paha , punggung lurus
Ø  Pandangan kearah bola.

2        Pelaksanaan
Ø  Terima bola didepan badan
Ø  Kaki sedikit diulurkan ,lengan jangan di ayunkan
Ø  Alihkan berat badan kedepan
Ø  Pukul bola jatuh dari badan , gerakan landasan ke sasaran
Ø  Pinggul bergerak kedepan
Ø  Perhatikan saat bola menyentuh lengan

3        Gerakan lanjutan
Ø  Jari tangan tetap digenggam , siku tetap terkunci
Ø  Landasan mengikuti bola ke sasaran
Ø  Lengan sejajar dibawah bahu
Ø  Pindahkan berat badan kearah sasaran
Ø  Perhatikan bola bergerak ke sasaran
Gambar 1: Teknik Passing Bawah


2.3.2    PASSING ATAS
            Passing atas merupakan elemen yang penting ,dalam permainan bolavoli. Penguasaan teknik passing atas yang baik akan menentukan keberhasilan regu untuk membantu serangan yang baik. Apalagi jika dilakukan secara bervariasi , maka seluruh potensi penyerangan regu dapat dimanfaatkan.
            Teknik ini wajib dikuasai oleh seorang pengumpan. Karena penentu serangan adalah seorang pengumpan.
Proses pelaksanaan gerkan passing atas adalah sebagai berikut :
1        Sikap permulaan
Ambil posisi dengan sikap siap untuk memainkan bola berdiri dengan kedua kaki terbuka selebar bahu , salah satu kaki berada didepan berat badan bertumpuk pada telapak kaki bagian depan , lutut ditekuk dengan badan merendah , tempatkan badan secepat mungkin dibawah bola , dengan kedua tangan diangkat dan di tekuk , kedua tangan terbuka lebar jari jari tangan terbuka membentuk mangkok seperti setengah lingkaran ibu jari dan telunjuk membentuk segitiga , kedua siku tidak terlalu terbuka kesamping.
2        Cara pelaksanaan
Tepat saat bola berada diatas , kedua tangan agak ditekuk pada siku maupun pergelangan tangan , tangan berada sedikit diatas dahi. Perkenaan bola pada permukaan ruas jari jari tangan terutama ruas pertama dan kedua, dan yang dominan mendorong bola adalah ibu jari ,jari telunjuk dan jari tengah. Pada saat tangan bersentuhan bola ,jari jari agak ditegangkan agar bola dapat memantul dengan baik kemudian bola didorong dengan menggerakkan pergelangan tangan diikuti dengan meluruskan siku.
Gambar 2 : Teknik Passing Atas

BAB III
PEMBAHASAN PENDEKATAN DRILL
3.1       PENGERTIAN PENDEKATAN DRILL
            Berkaitan dengan pendekatan drill Amung Ma’mun dan Toto Subroto (2001:17) seperti yang dikutip dalam Skripsi Sidik Setiawan (2011) menyatakan bahwa  pendekatan drill adalah cara belajar yang lebih menekankan komponen-komponen teknik. Pembelajaran passing dilakukan dengan pendekatan drill yaitu pembelajaran dengan memilah milah teknik gerakan passing. Artinya pembelajaran passing dengan melakukan gerakan teknik-teknik passing secara berulang ulang baik itu passing atas maupun passing bawah.
            Berdasarkan pengertian pendekatan drill tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pendekatan drill adalah metode yang menekankan pada penguasaan teknik suatu cabang olahraga dan dilakukan secara berulang-ulang. Dalam hal ini pembelajaran passing dilakukan secara drilling atau latihan secara terus menerus.  Menurut Sugiyanto (1993:371) seperti yang dikutip dalam Skripsi Sidik Setiawan (2011) menyatakan bahwa “ dalam pendekatan drill siswa melakukan gerakan gerakan sesuai dengan apa yang diinstruksikan guru dan melakukannya secara berulang ulang “. Pengulangan gerakan ini dimaksudkan agar terjadi otomatisasi gerakan. Oleh karena itu dalam pendekatan drill perlu disusun tata urutan pembelajaran yang baik agar siswa terlibat aktif,sehingga akan diperoleh hasil belajar yang optimal.    
3.2       DRILL PASSING
            Seperti yang telah dikemukakan dibahasan sebelumnya bahwa drill passing merupakan pembelajaran passing dengan melakukan gerakan teknik-teknik passing secara berulang- ulang. Drill passing dibagi menjadi dua macam yaitu : drill passing bawah dan drill passing atas.
3.2.1    DRILL PASSING BAWAH
            Drill passing bawah yaitu pembelajaran passing bawah dengan melakukan gerakan teknik-teknik passing bawah secara berulang-ulang. Berikut ini adalah beberapa contoh drill passing bawah.
a)      Melakukan passing bawah dengan seorang teman (berdua).
Caranya dengan berdiri saling berhadapan dengan jarak 3-4 meter. Bola dipassing bawah secara bergantian dengan satu kali sentuhan. Apabila sudah mahir ,lakukan latihan ini sejajar dengan net dilapangan bolavoli.
b)      Melakukan passing bawah dengan dua orang teman (bertiga).
Caranya ketiga pemain berdiri membentuk segitiga sama sisi dengan panjang sisi 3-4 meter. Bola dipassing secara berurutan kearah kiri. Selanjutnya , ganti arah passing ke kanan. Apabila sudah mahir lakukan kombinasi arah datang bola dari kiri kekanan atau sebaliknya.
c)      Melakukan passing bawah dengan bantuan pelatih.
Caranya para pemain (bisa dilakukan dengan banyak pemain) berbaris membentuk satu banjar menghadap kearah pelatih dengan jarak 3-4 meter. Pelatih melakukan operan kearah pemain pertama. Pemain melakukan passing bawah ,kemudian ia harus berlari memutar menempati barisan paling akhir dan diikuti pergerakan pemain lainnya kearah depan untuk melakukan hal yang sama seperti pemain pertama.

3.2.2    DRILL PASSING ATAS
            Drill passing atas yaitu pembelajaran passing atas  dengan melakukan gerakan teknik-teknik passing atas secara berulang-ulang. Berikut ini adalah beberapa contoh drill passing atas .
a)      Melakukan passing atas dengan seorang teman (berdua).
Caranya dengan berdiri saling berhadapan dengan jarak 3-4 meter. Bola di passing atas secara bergantian. Apabila sudah mahir lakukan latihan ini sejajar dengan net dilapangan bolavoli. Hal ini berguna untuk melatih ketepatan dan keakuratan passing atas.
b)      Melakukan passing atas dengan dua orang teman ( bertiga ).
Caranya ketiga pemain berdiri membentuk segitiga sama sisi dengan jarak 3-4 meter. Bola dipassing atas secara berurutan kearah kiri. Selanjutnya ganti arah passing kekanan. Jika sudah mahir lakukan kombinasi arah datang bola dari kiri kekanan dan sebaliknya. Latihan ini berguna untuk melatih konsentrasi dan ketepatan passing atas sesuai dengan arah datangnya bola. 
Dari contoh-contoh pendekatan drill diatas bahwasannya pembelajaran seperti itu sangat memperhatikan segi teknik dalam melakukan passing. Teknik passing yang telah dikuasai akan berdampak positif (terjadi peningkatan )terhadap kemampuan para pemain dalam melakukan passing,baik passing atas maupun passing bawah.










BAB IV
PENUTUP
4.1       KESIMPULAN
            Berdasarkan pembahasan diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran teknik dasar passing akan lebih efektif jika dilakukan dengan pendekatan drill. Karena melalui pendekatan drill,segi teknik dasar passing dalam bolavoli akan dipelajari secara mendalam dan dilakukan secara berulang-ulang. Maka secara otomatisasi pemain dapat menguasai teknik dasar passing dengan baik dan benar ,baik passing bawah maupun passing atas dalam permainan bolavoli.
4.2       SARAN
            Penguasaan teknik dasar dalam bolavoli sangat penting untuk menunjang permainan. Salah satunya adalah penguasaan teknik passing ,karena hal ini akan menentukan serangan yang akan di bangun ke daerah lawan. Untuk itu sangatlah dianjurkan untuk menguasai teknik dasar dalam bolavoli.
















DAFTAR PUSTAKA
Amin , Adhi .2010.Pembelajaran Bolavoly (passing bawah dan passing atas).diakses 23 Desember 2013 di http://www.bloggaul.com/adhiamin_team/readblog/77005/passing-atas-bola-voli
Arta ,Yosafat .2013.Pengertian Olahraga Voli dan Sejarahnya serta Peraturan Permainannya.diakses 25 Desember 2013 di http://olympiadchild.blogspot.com/2013/04/pengertian-olahraga-voli-dan-sejarahnya.html
Setiawan ,Sidik.2011.Perbedaan Pengaruh Pendekatan Pembelajaran dan Koordinasi Mata-Tangan Terhadap Hasil Belajar Passing Atas Permainan Bolavoli.diakses 23 Desember 2013 di digilib.uns.ac.id
Sarjiyanto ,Dwi ,Sujarwadi.2010.Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan untuk kelas VIII SMP/MTs. Semarang .PT.Jepe Press Media Utama.











Tidak ada komentar:

Posting Komentar