DASAR DASAR PENDIDIKAN JASMANI
“PENGARUH
PENDEKATAN DRILL PASSING BOLA VOLI TERHADAP KEMAMPUAN PASSING SISWA”
PENDIDIKAN
JASMANI DAN KESEHATAN
2013-C
Oleh
:
TEGUH
SETIAWAN
NIM
: 1381435
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
JOMBANG
2014
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1.
LATAR
BELAKANG
Permainan bolavoli merupakan salah
satu cabang olahraga permainan beregu yang di sukai dan digemari setiap orang.
Karena permainan bolavoli termasuk olahraga yamg menarik,menyenangkan dan tidak
membutuhkan biaya yang besar sehingga bisa dilakukan dengan mudah. Inilah yang
menjadi salah satu penyebab semakin populer dan semakin digemarinya permainan
bolavoli dikalangan masyarakat Indonesia.
Permainan
bolavoli memiliki beberapa bentuk teknik dasar yang perlu dikuasai oleh seorang
pemain. Passing merupakan salah satu teknik dasar dalam permainan bolavoli.
Penguasaan teknik passing secara benar akan berpengaruh pada hasil yang di raih
tim tersebut dalam sebuah pertandingan. Selama ini latihan penguasaan teknik
dasar passing kurang begitu diperhatikan ,hasilnya akurasi passing kurang
begitu optimal.
Pendekatan drill merupakan salah satu cara
yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan teknik dasar passing. Pendekatan
drill merupakan metode pembelajaran yang menekankan pada penguasaan teknik yang
dalam pelaksanaanya dilakukan secara berulang-ulang. Dengan latihan secara
berulang-ulang diharapkan pemain secara otomatisasi dapat mnguasai teknik dasar
melakukan passing.
Berdasarkan uraian di atas kami
tertarik untuk menyusun makalah dengan judul “Peningkatan Kemampuan Passing
Bawah dan Passing Atas melalui Pendekatan Drill dalam Permainan Bolavoli”.
1.2.
RUMUSAN MASALAH
Adapun
perumusan masalah dalam penyusunan makalah ini adalah “Adakah pengaruh
pendekatan drill terhadap peningkatan kemampuan passing bawah dan passing
atas?”.
1.3.
TUJUAN
PENULISAN
Tujuan yang ingin dicapai dalam
penulisan makalah ini untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pendakatan drill
terhadap peningkatan kemampuan passing bawah dan passing atas juga untuk
memenuhi tugas mata kuliah dasar-dasar pendidikan jasmani.
BAB
II
LANDASAN
TEORI
2.1 SEJARAH BOLAVOLI
2.1.1 SEJARAH BOLAVOLI DUNIA
Pada
awal penemuannya ,olahraga permainan bolavoli ini diberi nama mintonette.
Olahraga Mintonette ini pertama kali ditemukan oleh seorang instruktur
pendidikan jasmani ( Director of Physical Education ) yang bernama William
G.Morgan di YMCA pada tanggal 9 februari 1895 , di Holyoke ,Massacusetts
(Amerika Serikat ). William G. Morgan dilahirkan di Lockport ,New York pada
tahun 1870, dan meninggal pada tahun 1942.
Setelah
bertemu dengan James Naismith (seorang pencipta olahraga bola basket yang lahir
pada tanggal 6 November 1861 , dan meninggal pada tanggal 28 November 1939).
Morgan menciptakan sebuah olahraga baru yang bernama Mintonette . Sama halnya
dengan James Naismith ,William G . Morgan juga mendedikasikan hidupnya sebagai
seorang instruktur pendidikan jasmani . William G . Morgan yang juga merupakan lulusan
Springfield College of YMCA, menciptakan permainan Mintonette ini 4 tahun
setelah diciptakannya olahraga bola basket oleh James Naismith . Olahraga
Mintonette sebenarnya merupakan sebuah permainan yang diciptakan dengan
mengkombinasikan beberapa jenis permainan .Tepatnya ,permainan Mintonette
diciptakan dengan mengadopsi 4 macam karakter olahraga permainan menjadi satu
,yaitu bola basket ,baseball ,tenis ,dan yang terakhir adalah bola tangan (
handball ). Pada awalnya permainan ini diciptakan khusus bagi anggota YMCA yang
sudah tidak berusia muda lagi ,sehingga permainan inipun dibuat tidak seaktif
permainan bola basket.
Perubahan
nama Mintonette menjadi Volleyball ( bolavoli ) terjadi pada tahun 1896, pada
demonstrasi pertandingan pertamanya di International YMCA Training School .
Pada awal tahun 1896 tersebut , Dr.Luther Helsey Gulick (Director of The
Professional Physical Education Training School sekaligus sebagai Executive
Director of Departement of Physical Education of The International Committee of
YMCA ) mengundang dan meminta Morgan untuk mendemonstrasikan permainan baru
yang telah ia ciptakan di stadion kampus yang baru . Pada sebuah konferensi
yang bertempat di kampus YMCA ,Sringfield tersebut juga dihadiri oleh seluruh instruktur pendidikan jasmani . Dalam
kesempatan tersebut ,Morgan membawa 2 tim yang pada masing – masing tim
beranggotakan 5 orang . Dalam kesempatan itu ,Morgan juga menjelaskan bahwa
permainan tersebut adalah permainan yang dapat dimainkan didalam maupun diluar
ruangan dengan sangat leluasa . Dan menurut penjelasannya pada saat itu ,
permainan ini dapat juga dimainkan oleh banyak pemain. Tidak ada batasan jumlah
pemain yang menjadi standar dalam permainan tersebut . Sedangkan sasaran dari
permainan ini adalah mempertahankan bola agar tetap bergerak melewati net yang
tinggi , dari satu wilayah ke wilayah lain ( wilayah lawan ).
2.1.2 SEJARAH BOLAVOLI di INDONESIA
Indonesia
mengenal permainan bolavoli sejak tahun 1928 pada jaman penjajahan Belanda. Kurikulum pendidikan jasmani
didatangkan dari negeri Belanda untuk mengembangkan olahraga umumnya dan bolavoli
khususnya. Disamping Guru – guru pendidikan jasmani , tentara belanda banyak
andilnya dalam pengembangan permainan bolavoli di Indonesia , terutama dengan
bermain di asrama asrama ,dilapangan terbuka dan mengadakan pertandingan antar
kompeni – kompeni belanda sendiri . Permainan bolavoli di Indonesia sangat
pesat di seluruh lapisan masyarakat , sehingga timbul klub – klub di kota besar
di seluruh indonesia . Dengan dasar itulah maka pada tanggal 22 Januari 1955
PBVSI ( Persatuan BolaVoli Seluruh Indonesia ) didirikan di Jakarta bersamaan
dengan kejuaraan nasional yang pertama .
PBVSI
sejak itu aktif mengembangkan kegiatan – kegiatan baik di dalam maupun keluar
negeri sampai sekarang. Perkembangan permainan bolavoli sangat menonjol saat
menjelang Asian Games IV 1962 dan Ganefo I 1963 di Jakarta ,baik untuk pria
maupun untuk wanitanya. Pertandingan bolavoli masuk acara resmi dalam PON II
1951 di Jakarta dan POM I di Yogyakarta tahun 1951. Setelah tahun 1962
perkembangan bola voli sangat pesat ini ditandai dengan banyaknya klub – klub bolavoli
di seluruh pelosok tanah air. Hal ini terbukti pula dengan data data peserta
pertandingan dalam kejuaraan nasional. PON dan pesta – pesta olahraga lain
,dimana angka menunjukkan peningkatan jumlahnya .boleh dikatakan sampai saat
ini permainan bolavoli di indonesia menduduki tempat ke 3 setelah sepak bola
dan bulu tangkis. Untuk pertama kalinya dalam sejarah perbolavolian Indonesia
PBVSI telah dapat mengirimkan tim bolavoli junior indonesia ke kejuaraan dunia
di Athena Yunani yang berlangsung dari tanggal 3 – 12 september 1989. Tim bolavoli
junior putra Indonesia dilatih oleh Yanu Hadian dengan di bantu oleh trainer
Kanwar ,serta pelatih dari Jepang Hideto Nishioka ,sedangkan pelatih fisik
diserahkan kepada Engkos Kosasih dari bidang kepelatihan PKON ( pusat Kesehatan
Olahraga Nasional ) kantor Menpora. Dalam kejuaraan ini Indonesia hanya mampu
menduduki peringkat ke 15 .
2.2 PERMAINAN BOLAVOLI
Bolavoli
merupakan salah satu jenis olahraga permainan yang dimainkan diatas lapangan
persegi empat dengan ukuran panjang 18 m ,lebar 9 m , dibatasi garis setebal 5
cm di tengah-tengah dipasang jaring atau net terbentang kuat dan menaik sampai ketinggian
243 cm untuk putra sedangkan 224cm untuk putri. Pada dasarnya permainan
bolavoli itu adalah permainan timatau regu ,meskipun sekarang sudah mulai
dikembangkan permainan bolavoli dua lawan dua dan satu lawan satu yang lebih
mengarah pada tujuan rekreasi seperti voli pantai yang berkembang akhir- akhir
ini. Aturan dasar lainnya , bola boleh dimainkan atau di pantulkan dengan
temannya secara bergantian tiga kali berturut-turut sebelum diseberangkan
kedaerah lawan. Pada awalnya ide dasar permainan bolavoli adalah memasukkan
bola kedaerah lawan melewati suatu rintangan berupa tali atau net dan berusaha
memenangkan permainan dengan mematikan bola itu didaerah lawan. Memvoli artinya
memainkan atau memantulkan bola sebelum
bola jatuh atau sebelum menyentuh lantai.
Sebagai
olahraga pendidikan bolavoli berguna dalam pemeliharaan kesegaran jasmani dan
juga berperan dalam pembentukan kerjasama siswa sebagaimana seperti cabang
cabang olahraga yang lain ,bolavoli juga dapat digunakan untuk pembinaan
sportifitas dan pengembangan sifat- sifat positif lainnya. Semangat bertanding
dan pembentukan mental dapat dikembangkan melalui – antar kelompok , antar
kelas dan antar sekolah sehingga permainan ini telah menjadi suatu cabang
olahraga yang secara teratur dilakukan disekolah – sekolah. Sekolah telah
dilengkapi kurikulum pendidikan jasmani yang didalamnya dimuat pembelajaran
olahraga yang secara teratur dilakukan di sekolah-sekolah.
Saat
ini permainan bolavoli yang digunakan sudah mengacu pada peraturan internasional
, bahwa permainan bolavoli adalah olahraga beregu, dimainkan dua regu disetiap
lapangan dengan dipisahkan oleh net. Tujuan dari permainan ini adalah
melewatkan bola diatas net agar dapat jatuh menyentuh lantai daerah lawan dan
mencegah agar bola yang sama (dilewatkan ) tidak tersentuh lantai dalam
lapangan sendiri. Disetiap regu ,bola dapat dimainkan tiga kali pantulan untuk
dikembalikan bola itu ( kecuali dalam perkenaan bendungan ). Permainan bola di
udara ( rally ) berlangsung secara teratur sampai bola tersebut menyentuh
lantai atau bola keluar atau satu regu mengembalikan bola secara sempurna dan
pukulan bola oleh server melewati diatas net ke daerah lawan. Dalam permainan
bolavoli hanya regu yang menang satu relly permainan diperoleh satu angka , hingga
salah satu regu menang dengan terlebih dahulu dikumpulkan minimal dua puluh
lima angka dan untuk set penentuan lima belas angka.
2.3 HAKIKAT PASSING / PASS
Salah
satu teknik dasar dan vital yang wajib dikuasai oleh pemain bolavoli adalah
passing disamping servis , umpan , smash dan bendungan. Menurut Suharno HP (
1979 : 29 ) seperti yang dikutip dalam Skripsi Sidik Setiawan (2011) passing
dalam bolavoli adalah usaha maupun upaya seorang pemain dengan menggunakan
teknik tertentu yang tujuannya adalah mengoperkan bola yang dimainkannya itu
kepada teman seregunya untuk dimainkan didaerah lapangan sendiri. Menurut M.
Yunus (1992:79) passing adalah gerakan mengoper bola kepada teman sendiri dalam
satu tim dengan menggunakan teknik tertentu yang digunakan sebagai teknik awal
untuk menyusun pola serangang kepada lawan.
Dapat
disimpulkan bahwa passing adalah sentuhan awal bola dan merupakan usaha seorang
pemain untuk memainkan bola yang mengarah kedaerah permainannya dengan teknik
tertentu dan dimainkan oleh teman seregunya sebagai awal serangan ke regu
lawan. Passing terdiri dari dua jenis yaitu passing bawah dan passing atas.
2.3.1
PASSING
BAWAH
Passing
bawah merupakan teknik dasar bolavoli. Teknik ini digunakan untuk menerima
servis , menerima spike ,memukul bola setingggi pingggang kebawah dan memukul
bola yang memantul dari net. Passing bawah meruoakan awal dari sebuah
penyerangan dalam bolavoli. Keberhasilan penyerangan tergantung dari baik
buruknya passing bawah. Apabila nola yang dioperkan jelek ,maka pengumpan akan
mengalami kesulitan untuk menemoatkan bola yang baik untuk para penyerang.
Begitu
pentingnya passing bawah sehingga sekarang ada pemain yang memakai kaos yang
berbeda. Pemain ini hanya bermain di belakang. Dia hanya mengganti pemain yang
mempunyai passing yang kurang baik. Pemain ini di sebut libero. Biasanya libero
mempunyai kemampuan passing yang baik. Sehingga proses penyerangan akan lebih
mudah , karena penyerangan sangat bergantung pada penerimaan pertama.
Berikut adalah cara melakukan passing bawah :
1
Persiapan
Ø Bergerak
kearah bola dan atur posisi tubuh
Ø Genggam
jari tangan
Ø Kedua
tungkai merenggang santai,bahu terbuka lebar
Ø Tekuk
lutut , tahan tubuh dalam posisi rendah
Ø Bentuk
landasan dengan lengan
Ø Ibu
jari sejajar , siku terkunci
Ø Lengan
sejajar paha , punggung lurus
Ø Pandangan
kearah bola.
2
Pelaksanaan
Ø Terima
bola didepan badan
Ø Kaki
sedikit diulurkan ,lengan jangan di ayunkan
Ø Alihkan
berat badan kedepan
Ø Pukul
bola jatuh dari badan , gerakan landasan ke sasaran
Ø Pinggul
bergerak kedepan
Ø Perhatikan
saat bola menyentuh lengan
3
Gerakan lanjutan
Ø Jari
tangan tetap digenggam , siku tetap terkunci
Ø Landasan
mengikuti bola ke sasaran
Ø Lengan
sejajar dibawah bahu
Ø Pindahkan
berat badan kearah sasaran
Ø Perhatikan
bola bergerak ke sasaran
Gambar
1: Teknik Passing Bawah
2.3.2 PASSING ATAS
Passing
atas merupakan elemen yang penting ,dalam permainan bolavoli. Penguasaan teknik
passing atas yang baik akan menentukan keberhasilan regu untuk membantu
serangan yang baik. Apalagi jika dilakukan secara bervariasi , maka seluruh
potensi penyerangan regu dapat dimanfaatkan.
Teknik
ini wajib dikuasai oleh seorang pengumpan. Karena penentu serangan adalah
seorang pengumpan.
Proses pelaksanaan gerkan passing atas adalah
sebagai berikut :
1
Sikap permulaan
Ambil posisi dengan sikap siap untuk memainkan bola
berdiri dengan kedua kaki terbuka selebar bahu , salah satu kaki berada didepan
berat badan bertumpuk pada telapak kaki bagian depan , lutut ditekuk dengan
badan merendah , tempatkan badan secepat mungkin dibawah bola , dengan kedua
tangan diangkat dan di tekuk , kedua tangan terbuka lebar jari jari tangan
terbuka membentuk mangkok seperti setengah lingkaran ibu jari dan telunjuk
membentuk segitiga , kedua siku tidak terlalu terbuka kesamping.
2
Cara pelaksanaan
Tepat saat bola berada diatas , kedua tangan agak
ditekuk pada siku maupun pergelangan tangan , tangan berada sedikit diatas
dahi. Perkenaan bola pada permukaan ruas jari jari tangan terutama ruas pertama
dan kedua, dan yang dominan mendorong bola adalah ibu jari ,jari telunjuk dan
jari tengah. Pada saat tangan bersentuhan bola ,jari jari agak ditegangkan agar
bola dapat memantul dengan baik kemudian bola didorong dengan menggerakkan
pergelangan tangan diikuti dengan meluruskan siku.
Gambar
2 : Teknik Passing Atas
BAB
III
PEMBAHASAN
PENDEKATAN DRILL
3.1 PENGERTIAN PENDEKATAN DRILL
Berkaitan
dengan pendekatan drill Amung Ma’mun dan Toto Subroto (2001:17) seperti yang
dikutip dalam Skripsi Sidik Setiawan (2011) menyatakan bahwa pendekatan drill adalah cara belajar yang
lebih menekankan komponen-komponen teknik. Pembelajaran passing dilakukan
dengan pendekatan drill yaitu pembelajaran dengan memilah milah teknik gerakan
passing. Artinya pembelajaran passing dengan melakukan gerakan teknik-teknik
passing secara berulang ulang baik itu passing atas maupun passing bawah.
Berdasarkan
pengertian pendekatan drill tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pendekatan
drill adalah metode yang menekankan pada penguasaan teknik suatu cabang
olahraga dan dilakukan secara berulang-ulang. Dalam hal ini pembelajaran
passing dilakukan secara drilling atau latihan secara terus menerus. Menurut Sugiyanto (1993:371) seperti yang
dikutip dalam Skripsi Sidik Setiawan (2011) menyatakan bahwa “ dalam pendekatan
drill siswa melakukan gerakan gerakan sesuai dengan apa yang diinstruksikan
guru dan melakukannya secara berulang ulang “. Pengulangan gerakan ini
dimaksudkan agar terjadi otomatisasi gerakan. Oleh karena itu dalam pendekatan
drill perlu disusun tata urutan pembelajaran yang baik agar siswa terlibat
aktif,sehingga akan diperoleh hasil belajar yang optimal.
3.2 DRILL PASSING
Seperti
yang telah dikemukakan dibahasan sebelumnya bahwa drill passing merupakan
pembelajaran passing dengan melakukan gerakan teknik-teknik passing secara
berulang- ulang. Drill passing dibagi menjadi dua macam yaitu : drill passing
bawah dan drill passing atas.
3.2.1 DRILL PASSING BAWAH
Drill
passing bawah yaitu pembelajaran passing bawah dengan melakukan gerakan
teknik-teknik passing bawah secara berulang-ulang. Berikut ini adalah beberapa
contoh drill passing bawah.
a) Melakukan
passing bawah dengan seorang teman (berdua).
Caranya dengan berdiri saling
berhadapan dengan jarak 3-4 meter. Bola dipassing bawah secara bergantian
dengan satu kali sentuhan. Apabila sudah mahir ,lakukan latihan ini sejajar
dengan net dilapangan bolavoli.
b) Melakukan
passing bawah dengan dua orang teman (bertiga).
Caranya ketiga pemain berdiri
membentuk segitiga sama sisi dengan panjang sisi 3-4 meter. Bola dipassing
secara berurutan kearah kiri. Selanjutnya , ganti arah passing ke kanan.
Apabila sudah mahir lakukan kombinasi arah datang bola dari kiri kekanan atau
sebaliknya.
c) Melakukan
passing bawah dengan bantuan pelatih.
Caranya para pemain (bisa dilakukan
dengan banyak pemain) berbaris membentuk satu banjar menghadap kearah pelatih
dengan jarak 3-4 meter. Pelatih melakukan operan kearah pemain pertama. Pemain
melakukan passing bawah ,kemudian ia harus berlari memutar menempati barisan
paling akhir dan diikuti pergerakan pemain lainnya kearah depan untuk melakukan
hal yang sama seperti pemain pertama.
3.2.2 DRILL PASSING ATAS
Drill passing atas yaitu
pembelajaran passing atas dengan
melakukan gerakan teknik-teknik passing atas secara berulang-ulang. Berikut ini
adalah beberapa contoh drill passing atas .
a) Melakukan
passing atas dengan seorang teman (berdua).
Caranya dengan berdiri saling
berhadapan dengan jarak 3-4 meter. Bola di passing atas secara bergantian.
Apabila sudah mahir lakukan latihan ini sejajar dengan net dilapangan bolavoli.
Hal ini berguna untuk melatih ketepatan dan keakuratan passing atas.
b) Melakukan
passing atas dengan dua orang teman ( bertiga ).
Caranya ketiga pemain berdiri
membentuk segitiga sama sisi dengan jarak 3-4 meter. Bola dipassing atas secara
berurutan kearah kiri. Selanjutnya ganti arah passing kekanan. Jika sudah mahir
lakukan kombinasi arah datang bola dari kiri kekanan dan sebaliknya. Latihan
ini berguna untuk melatih konsentrasi dan ketepatan passing atas sesuai dengan
arah datangnya bola.
Dari
contoh-contoh pendekatan drill diatas bahwasannya pembelajaran seperti itu
sangat memperhatikan segi teknik dalam melakukan passing. Teknik passing yang
telah dikuasai akan berdampak positif (terjadi peningkatan )terhadap kemampuan
para pemain dalam melakukan passing,baik passing atas maupun passing bawah.
BAB
IV
PENUTUP
4.1
KESIMPULAN
Berdasarkan
pembahasan diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran teknik dasar
passing akan lebih efektif jika dilakukan dengan pendekatan drill. Karena
melalui pendekatan drill,segi teknik dasar passing dalam bolavoli akan
dipelajari secara mendalam dan dilakukan secara berulang-ulang. Maka secara
otomatisasi pemain dapat menguasai teknik dasar passing dengan baik dan benar
,baik passing bawah maupun passing atas dalam permainan bolavoli.
4.2 SARAN
Penguasaan teknik dasar dalam
bolavoli sangat penting untuk menunjang permainan. Salah satunya adalah
penguasaan teknik passing ,karena hal ini akan menentukan serangan yang akan di
bangun ke daerah lawan. Untuk itu sangatlah dianjurkan untuk menguasai teknik
dasar dalam bolavoli.
DAFTAR
PUSTAKA
Amin , Adhi .2010.Pembelajaran Bolavoly (passing bawah dan
passing atas).diakses 23 Desember 2013 di
http://www.bloggaul.com/adhiamin_team/readblog/77005/passing-atas-bola-voli
Arta ,Yosafat .2013.Pengertian Olahraga Voli dan Sejarahnya
serta Peraturan Permainannya.diakses 25 Desember 2013 di http://olympiadchild.blogspot.com/2013/04/pengertian-olahraga-voli-dan-sejarahnya.html
Setiawan ,Sidik.2011.Perbedaan Pengaruh Pendekatan Pembelajaran
dan Koordinasi Mata-Tangan Terhadap Hasil Belajar Passing Atas Permainan
Bolavoli.diakses 23 Desember 2013 di digilib.uns.ac.id
Sarjiyanto ,Dwi ,Sujarwadi.2010.Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan
untuk kelas VIII SMP/MTs. Semarang .PT.Jepe Press Media Utama.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar